https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/issue/feedJURNAL PERTANIAN CEMARA2026-05-28T03:21:58+00:00Henny Diana Wati, SP., MPhenny.fp@wiraraja.ac.idOpen Journal Systems<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><strong>Jurnal Pertanian Cemara is Journal of Agricultural Sciences</strong>, its official publication that contains research results, conceptual ideas, teoritical, application, agricultural studies related to applied agricultural technology, agribusiness and food technology. <strong>The journal is published by Faculty of Agriculture, Wiraraja University-Sumenep.</strong></p> <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><strong>CEMARA is published twice a year, May and November.</strong> It also covers various technological information related to applied agricultural sciences, agribusiness and food science and technology from members and non members. The information including manuscript, short communication and other information related to agricultural studies.<br> <strong>For further information and correspondence, please contact the secretariat of Jurnal Pertanian Cemara</strong>:</p> <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;">Faculty of Agriculture, University of Wiraraja, Jalan Raya Sumenep – Pamekasan Km. 5 Patian – Sumenep 69451. Phone (0328) 664272 Fax. (0328) 673088.</p> <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;">website:<a title=" www.faperta.wiraraja.ac.id " href="https://faperta.wiraraja.ac.id/" target="_blank" rel="noopener"> https://faperta.wiraraja.ac.id </a>; email : <a title="faperta@wiraraja.ac.id" href="mailto:faperta@wiraraja.ac.id" target="_self">faperta@wiraraja.ac.id</a></p> <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><strong>P-ISSN:</strong> 2087-3438</p> <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><strong>E-ISSN:</strong> 2460-8947</p>https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5161STRATEGI KEMITRAAN BERBASIS AGROSOCIOPRENEUR PADA KOPERASI MILENIAL PETANI KREATIF YOGYAKARTA (KOMPAKYO)2026-05-28T03:21:57+00:00Maulidya Hilda Prameswarimaulilud5531@gmail.comSiti Nurlaelanurlaela77yk@gmail.comAnnisa Khoiriyahniisaakhoir@gmail.com<p>Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui pola kemitraan yang dilakukan oleh Koperasi Milenial Petani Kreatif Yogyakarta (KOMPAKYO) dan alternatif strategi kemitraan berbasis <em>agrosociopreneur</em> pada KOMPAKYO. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 – Maret 2025 di Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan <em>Focus Group Discussion </em>(FGD). Informan yang dilibatkan pada penelitian ini sebanyak 12 informan. Hasil penelitian menunjukk-an pola kemitraan yang terjadi antara KOMPAKYO dengan petani padi organik Kalurahan Sumberharjo yaitu pola kemitraan inti plasma, KOMPAKYO sebagai perusahaan inti dan petani sebagai kelompok plasma. Proses kemitraan yang berjalan terdapat unsur keterlibatan <em>agrosociopreneur, </em>komunikasi dan kepemimpinan memberikan dampak untuk mengendalikan perilaku mitra sesuai dengan yang diinginkan serta mampu memberikan pengaruh yang menguntungkan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa terdapat faktor internal berupa 7 kekuatan dan 5 kelemahan, serta faktor eksternal berupa 5 peluang dan 5 ancaman yang mempengaruhi proses kemitraan berbasis <em>agrosociopreneur. </em>Alternatif strategi yang diperoleh dari hasil analisis SWOT yaitu strategi W-O (<em>Weakness-Opportunity) </em>diperlukan upaya meningkatkan motivasi petani padi organik dalam peningkatan produktivitas padi organik melalui inovasi penyuluh dan perusahaan mitra.</p>2026-05-27T13:05:47+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5162PENGARUH PENGGUNAAN TANAMAN REFUGIA TERHADAP KEBERADAAN SERANGGA PREDATOR ARTHOPODA PADA LAHAN PERTANIAN JAGUNG (Zea Mays L.)2026-05-28T03:21:57+00:00Indira Akhwania Agustinindiraktb11@gmail.com<p>Penelitian inibertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan tanaman refugia terhadap keberadaan serangga predator arthropoda pada lahan pertanian jagung. Metodeyang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor denganempat perlakuan dan tiga ulangan (12 unit percobaan), yaitu P0 (jagung tanparefugia), P1 (jagung + <em>Zinnia elegans</em>), P2 (jagung + <em>Cosmos sulphureus</em>), dan P3(jagung + <em>Zinnia elegans </em>+ <em>Cosmos sulphureu</em>s). Pengumpulan data dilakukandengan pengamatan langsung populasi serangga predator di lapangan, diikuti dengan identifikasi dan dianalisis menggunakan Indeks Kelimpahan Relatif (IKR). Analisis Indeks Kelimpahan Relatif (IKR) menunjukkan Perlakuan P2 (<em>Cosmos sulpureus)</em>menunjukkan jumlah populasi predator tertinggi, sedangkan nilai IKR tertinggi ditemukan pada famili <em>Coccinellidae </em>pada P1 sebesar 25,61% (kategori tinggi) dan <em>Ichneumonidae </em>pada P2 sebesar 23,93% (kategori tinggi). Secara umum,perlakuan dengan refugia (P1, P2, dan P3) memiliki kelimpahan predator lebih tinggi dibandingkan tanpa refugia (P0). Dengan demikian, penggunaan tanaman refugia berpengaruh positif terhadap peningkatan populasi dan kelimpahan serangga predator arthropoda sehingga berpotensi mendukung pengendalian hama secara alami pada pertanaman jagung</p>2026-05-27T13:07:10+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5163PERBANYAKAN TANAMAN BOUGENVIL (Bougainvillea) VARIETAS BAMBINO BABY LAUREN DENGAN STEK BATANG2026-05-28T03:21:57+00:00Ni Wayan Eka Ari Candraekaac20012004@gmail.comI Made Suryanadecksuryana_made@unmas.ac.id<p>Bougenvil merupakan salah satu tanaman hias yang banyak diminati di Indonesia karena keindahan bentuk dan warna bunganya yang beragam serta memiliki nilai estetika.Varietas Bambino Baby Lauren menjadi salah satu jenis yang cukup populer karena memiliki bunga berwarna ungu lembut dan cocok tumbuh di iklim tropis. Namun, keberadaannya di Bokashi Farm, tempat dilaksanakannya kegiatan praktik kerja lapangan, masih terbatas karena perbanyakan tanaman jarang dilakukan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan perbanyakan tanaman dengan metode stek batang, yang dikenal sederhana, efektif, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan praktik kerja lapangan seperti observasi, praktek langsung dan dokumentasi. Proses perbanyakan tanaman dilakukan menggunakan prinsip pertanian organik, yaitu dengan media tanam organik dan pemberian zat perangsang tumbuh dari lidah buaya yang mengandung hormon pertumbuhan. Metode stek ini dipilih karena mampu menghasilkan tanaman baru dengan sifat yang sama seperti induknya. Hasil pengamatan menunjukkan tunas baru mulai tumbuh pada minggu ketiga. Selain menambah jumlah tanaman, kegiatan ini juga memberikan pembelajaran langsung di bidang agroteknologi, sekaligus melatih keterampilan dalam teknik budidaya tanaman secara vegetatif. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pelestarian tanaman hias dan memperkuat praktek pertanian organik</p>2026-05-27T13:08:10+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5164PERBANYAKAN TANAMAN MELATI PUTIH DENGAN METODE STEK BATANG PADA MEDIA TANAM BOKASHI2026-05-28T03:21:57+00:00Ni Made Sri Sukertisrisukerti1@gmail.comI Made Suryanadecksuryana_made@unmas.ac.idCokorda Javandirajavandira11@unmas.ac.id<p>Kegitan praktek kerja lapangan ini berfokus pada upaya perbanyakan tanaman melati (Jasminum sambac (L.) Ait.) melalui metode stek batang dengan memanfaatkan bahan alami, yaitu bokashi dan gel lidah buaya. Kegiatan lapangan berlangsung selama dua bulan, dari 23 Juni hingga 23 Agustus 2025, di Bokashi Farm, Denpasar, Bali. Proses perbanyakan dilakukan mulai dari pemilihan batang stek, penyiapan media tanam dengan campuran tanah dan bokashi (1:1), hingga perlakuan gel lidah buaya untuk merangsang pertumbuhan akar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tunas baru mulai muncul pada minggu keempat setelah penanaman. Hal ini menandakan bahwa kombinasi media bokashi dan gel lidah buaya cukup efektif dalam meningkatkan peluang keberhasilan stek. Bokashi terbukti membantu memperbaiki kualitas tanah, memperkaya unsur hara, serta menjaga keseimbangan mikroorganisme, sedangkan lidah buaya memberikan dukungan hormon alami berupa auksin dan giberelin yang mempercepat pembentukan akar dan tunas. Tantangan utama selama kegiatan adalah kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti hujan deras dan angin kencang, yang memengaruhi kesehatan tanaman. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan alami dapat menjadi alternatif ramah lingkungan untuk meningkatkan keberhasilan perbanyakan melati dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan.</p>2026-05-27T13:09:08+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5165PERFORMA KEMASAN DAUN ALAMI DALAM MEMPERTAHANKAN MUTU TAPE SINGKONG SELAMA PENYIMPANAN2026-05-28T03:21:57+00:00Irzaq Galuh Pranatairzaq_galuh@polije.ac.idAmelia Dwi Nugrahainiamelia.dwi@polije.ac.idWaridad Umais Al Ayyubiwaridad_umais@polije.ac.idAhmad Haris Hasanuddin Slametahmad.haris@polije.ac.id<p> </p> <p>Tape singkong memiliki umur simpan yang relatif pendek dikarenakan proses biokimia dan mikrobiologis yang masih berlanjut. Kondisi ini mempengaruhi stabilitas beberapa atribut mutu sensori. Penggunaan daun sebagai pengemas tradisional diyakini dapat mempertahankan atribut mutu, namun penelitian terkait efektivitas antar daun belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untu menganalisis penggunaan berbagai daun pembungkus yaitu daun pisang, daun sirih, daun salam, dan daun pandan terhadap mutu sensori tape selama penyimpanan. Penilaian sensori dilakukan oleh 28 responden menggunakan empat parameter mutu, yakni aroma, rasa, warna, dan tekstur. Analisis hasil atribut mutu dilakukan menggunakan metode ANOVA. Atribut yang menunjukkan signifikansi selanjutnya diuji dengan metode Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan berpengaruh signifikan terhadap aroma (p = 0,007) dan tekstur (p = 0,029), namun tidak terhadap rasa maupun warna. Uji Duncan menunjukkan bahwa daun salam secara konsisten menghasilkan nilai aroma dan tekstur tertinggi, sementara daun sirih menempati posisi terendah pada kedua atribut tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa daun salam memiliki kemampuan lebih baik dalam mempertahankan stabilitas mutu tape selama penyimpanan. Secara praktis, hasil ini memberikan dasar ilmiah bagi pemilihan kemasan tradisional yang lebih efektif dalam memperpanjang umur simpan serta meningkatkan kualitas produk fermentasi lokal.</p>2026-05-27T13:10:12+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5166KONDISI INTERNAL DAN EKSTERNAL PETANI DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN BUDIDAYA TEMBAKAU MELALUI SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SL-PTT) DI KABUPATEN JEMBER2026-05-28T03:21:57+00:00Suci Nur Istikomahsucinuristikomah@gmail.comIhsannudin Ihsannudinihsannudin@unej.ac.idAinur Rahmanozora.inong@gmail.comAinur Rahmantidakada@email.com<p>Sekolah lapang tembakau adalah salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani dalam usahatani tembakau secara terintegrasi agar seragam dan sesuai dengan standar operasional dalam usahatani Tembakau Rajang. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui mekanisme dan pelaksanaan SL-PTT Tembakau pada komoditas Tembakau Rajang di Kabupaten Jember Tahun 2024, 2) Menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengetahuan petani dalam usahatani Tembakau Rajang setelah pelaksanaan kegiatan SL-PTT Tembakau. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan program SL-PTT Tembakau pada komoditas Tembakau Rajang dilakukan sebanyak empat kali dalam sebulan dengan materi yang disampaikan terkait pembibitan, olah tanah, penanaman, pemeliharaan, panen dan penagnan pasca panen, cuaca dan perhitungan BUT dan Yield. Adapaun faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan petani dalam SL-PTT yakni jumlah kehadiran</p>2026-05-27T13:11:15+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5167APLIKASI EDIBLE COATING DAN PENGEMASAN KERTAS PADA BUAH MANGGA (Mangifera indica L.) PASCAPANEN2026-05-28T03:21:58+00:00Hariyanto Hariyantoiyanravenza745@gmail.comZainur Rozaibrozaibzainur@gmail.comAgus Budionoeengoktavian95@gmail.comNahiri Nahirinahiri2110@gmail.com<p>Mangga (<em>Mangifera indica L</em>.) merupakan buah klimakterik yang rentan mengalami penurunan mutu selama penyimpanan akibat tingginya laju respirasi dan transpirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh <em>edible coating</em> berbahan dasar lilin lebah (<em>beeswax</em>) dan teknik pengemasan terhadap perubahan berat dan warna buah mangga selama penyimpanan pascapanen. Penelitian dilakukan selama 11 hari pada suhu ruang dengan tiga perlakuan, yaitu pelapisan <em>edible coating beeswax</em> (P1), pembungkusan kertas koran (P2), dan tanpa perlakuan sebagai kontrol. Parameter yang diamati meliputi susut bobot serta perubahan warna berdasarkan sistem warna L*, a*, dan b* yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 mampu menekan susut bobot paling rendah, dengan penurunan berat dari rata-rata 121,5 g menjadi 110 g, dibandingkan kontrol yang mengalami penurunan drastis hingga 55 g. Selain itu, nilai kecerahan (L*) pada P1 relatif stabil dari 120 menjadi 110, sementara perubahan nilai a* dan b* berlangsung lebih lambat dibandingkan perlakuan lain. Temuan ini menunjukkan bahwa <em>edible coating beeswax</em> efektif dalam mempertahankan mutu fisik dan visual buah mangga selama penyimpanan pascapanen.</p>2026-05-27T13:12:16+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5168META-ANALISIS PENGARUH PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN2026-05-28T03:21:58+00:00Mugiono Rizkiyanto20240210005@uniku.ac.idNisa Nurjanah20240210017@uniku.ac.idZaenal Abidinzaenal.abidin@uniku.ac.id<p>Pupuk organik memegang peran yang krusial dalam sistem pertanian yang berkelanjutan karena konribusi dalam memperbaiki kesuburan tanah serta memacu perkembangan tanaman. Berbagai kajian eksperimental telah dilaksanakan untuk mengevaluasi dampak dari pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman, akan tetapi laporan yang dihasilkan menunjukan keberagaman hasil di antaraa penelitian–penelitian tersebut. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman dengan memanfaatkan metode meta–analisis. Data dikumpulkan dari publikasi hasil penelitian eksperimen yang terbit pada kurun waktu 2021-2025 melalui basis data Google Scholar, Garuda, dan portal jurnal perguruan tinggi. Dari 195 publikasi yang tercatat, sebanyak 16 artikel memenuhi persyaratan inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Parameter pertumbuhan tanaman yang diteliti mencakup tinggi batang tanaman, jumlah helai daun, dan total biomassa. Temuan meta-analisis mengindikasikan bahwa aplikasi pupuk organik secara keseluruhan menghasilkan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman jika dibandingkann kelompok kontrol, yang tercermin dari peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, dan biomassa. Keragaman pengaruh antara penelitian dipengaruhi oleh variaasi jenis pupuk organik, takaraan aplikasi dan spesies tanaman. Hasil kajian ini memberikan kontribusi ilmiah dalam memperkokoh bukti empiris tentang fungsi pupuk organik sekaligus mendukung pengembangan praktik pertanian yang berkelanjutan</p>2026-05-27T13:14:30+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5169ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PALM KERNEL MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) DI PABRIK KELAPA SAWIT KALIMANTAN SELATAN2026-05-28T03:21:58+00:00Fina Pradika Putrifina@politala.ac.idNurgiati Nurgiatinurgiati914@gmail.comElivi Sofi Salafiahelivisofi@politala.ac.idFatimah Fatimahfatimah@politala.ac.id<p>Palm kernel (inti sawit) merupakan produk samping pengolahan Crude Palm Oil (CPO) yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kualitas palm kernel ditentukan oleh parameter kadar air, kadar asam lemak bebas, dan kadar kotoran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kadar kotoran palm kernel serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab tingginya kadar kotoran menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC). Penelitian dilaksanakan di salah satu pabrik kelapa sawit di Kalimantan Selatan selama enam bulan (September 2024 - Februari 2025). Metode SQC yang digunakan meliputi check sheet untuk pengumpulan data, histogram untuk visualisasi distribusi data, dan diagram fishbone untuk identifikasi sebab-akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar kotoran palm kernel selama enam bulan adalah 6,8%, melebihi standar SNI 01-0002-1987 yang menetapkan batas maksimal 6,0%. Kadar kotoran tertinggi terjadi pada bulan Oktober 2024 (7,0%) dan terendah pada bulan November 2024 (6,6%). Diagram fishbone mengidentifikasi empat faktor penyebab utama, yaitu faktor manusia (kurang teliti dalam sortasi, ketidakdisiplinan pengecekan alat, ketidaktepatan setting alat), faktor mesin (efisiensi ripple mill rendah, hisapan blower LTDS terlalu kecil), faktor material (jenis TBS dura, larutan kalsium jenuh), dan faktor metode (SOP tidak dilaksanakan sesuai ketentuan). Rekomendasi perbaikan meliputi pemantauan rutin ripple mill, pengaturan damper LTDS yang optimal, pengurasan larutan kalsium secara berkala, serta peningkatan disiplin operator dalam mengikuti SOP.</p>2026-05-27T13:25:02+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5170EFEKTIVITAS PELAPISAN LILIN LEBAH (BEESWAX COATING) DALAM MEMPERTAHANKAN MUTU FISIK DAN WARNA BUAH PISANG SELAMA PENYIMPANAN PASCAPANEN Effectiveness Of Beeswax Coating In Maintaining The Physical Quality And Color Of Bananas During Post-Harvest Storage2026-05-28T03:21:58+00:00Agus Budionoeengoktavian@gmail.comHariyanto HariyantoIyanravenza745@gmail.comZainur Rozaibrozaibzainor@gmail.com<p>Buah pisang merupakan komoditas klimakterik yang mudah mengalami penurunan mutu selama penyimpanan pascapanen akibat tingginya laju respirasi dan transpirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelapisan lilin lebah (beeswax coating) dalam mempertahankan mutu fisik dan warna buah pisang selama penyimpanan suhu ruang. Penelitian dilaksanakan menggunakan tiga perlakuan, yaitu tanpa pelapisan (kontrol), pelapisan beeswax (P1), serta pelapisan beeswax disertai pembungkusan aluminium foil (P2), dengan dua ulangan dan penyimpanan selama lima hari pada suhu 27–29 °C. Parameter yang diamati meliputi susut bobot serta perubahan warna kulit buah berdasarkan sistem warna CIE L*, a*, dan b*. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 paling efektif menekan susut bobot buah pisang, dengan total kehilangan bobot hanya 9%, dibandingkan kontrol sebesar 33% dan P2 sebesar 22%. Selain itu, perlakuan P1 mampu mempertahankan nilai kecerahan (L*) dan menahan peningkatan nilai a* serta penurunan nilai b*, sehingga perubahan warna menuju cokelat berlangsung lebih lambat. Dengan demikian, pelapisan lilin lebah terbukti efektif dalam memperlambat pematangan, mempertahankan mutu fisik dan warna, serta memperpanjang umur simpan buah pisang selama penyimpanan pascapanen.</p>2026-05-27T13:26:08+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5171PENGARUH JENIS KEMASAN PLASTIK DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS DAN MUTU BUAH TOMAT (solanum lycopersicum)2026-05-28T03:21:58+00:00Zainur Rozaibrozaibzainur@gmail.comHariyanto Hariyantoiyanravenza745@gmail.comAgus Budionoeengoktavian95@gmail.com<p>Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat<strong>. </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pegaruh jenis kemasan dan suhu penyimpanan terhadap susut bobot, dan kualitas buah tomat. Penelitian ini dilakukan dengan 3 perlakuan yaitu tomat yang dikemas menggunakan Oriented Polypropylene (OPP), tomat yang dikemas menggunakan polyethylene (PE), serta tanpa kemasan (Kontrol). Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu berat pada buah tomat dan perubahan warna L*A*B. hasil peneltian ini menunjukkan bahwa setiap perlakukan mempunyai perbedaan didalam mempertahankan kualitas atau mutu pada buah tomat, untuk mempertahankan berta buah perlakuan PE dengan berat awal 30 dan berat akhir 29, sedangkan untuk mempertahankan kondisi visual kontrol mempertahankan kualitas buah tomat, selain itu nilai kecerahan l* OPP paling efektif dalam mempertahankan kecerahan buah tomat 60 hingga 61 selama seluruh periode pengamatan, sedangkan unutk nilai b* dan b* kontrol mampu menjaga perubahan warna paling lambat. Penelitian ini menunjukkan bahwa setiap perlakuan mempunyai nilai tersendiri untuk mempertahankan kualitas dan mutu pada buah tomat.<br> </p>2026-05-27T13:27:03+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5172EVALUASI STRATEGI DAN INTERVENSI PEMERINTAH TERHADAP FLUKTUASI HARGA KOPI DI KABUPATEN MANGGARAI, NUSA TENGGARA TIMUR2026-05-28T03:21:58+00:00Aventus Purnama Dep1999adventus@gmail.comMaryance Vivi Murnia Banatidakada@email.com<p>Pengembangan agribisnis kopi di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sekaligus menghadapi fluktuasi harga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab risiko harga kopi dan strategi pengembangan agribisnis, dan menelaah intervensi pemerintah. Metode penelitian yang digunakankan adalah deskriptif kuantitatif, dengan memanfaatkan data sekunder dari BPS dan literatur yang relevan. Hasil menunjukkan faktor internal seperti kualitas biji kopi, praktik pascapanen, praktik ijon, keterbatasan teknologi pengolahan, dan kapasitas SDM petani, serta faktor eksternal berupa dinamika pasar dan kelemahan rantai pasok, memengaruhi fluktuasi harga. Strategi mitigasi meliputi standardisasi mutu, penerapan pascapanen sesuai standar, akses pembiayaan mikro, pemanfaatan teknologi pengolahan, dan peningkatan kapasitas SDM. Dukungan pemerintah melalui koperasi, pelatihan, bantuan modal, dan lembaga penelitian menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga, memperluas akses pasar, meningkatkan produktivitas, dan membangun ekosistem kopi Manggarai yang berkelanjutan dan kompetitif.</p> <p> </p>2026-05-27T13:27:52+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5173RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) TERHADAP APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KULIT NANAS2026-05-28T03:21:58+00:00Erlina Rahmayunierlina.rahmayuni@umj.ac.idPutri Zahra Prisiliaputrizahrap7@gmail.comWelly Hermanwellyherman@unib.ac.id<p>Tanaman tomat (<em>Solanum lycopersicum</em> L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya sering terhambat oleh penurunan kualitas tanah, terutama pada tanah masam dengan pH rendah dan ketersediaan hara terbatas seperti oksisol. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk organik cair (POC) limbah kulit nanas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi POC 0, 80, 120, 140, dan 160 mL L⁻¹. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, komponen hasil, dan pH tanah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji BNJ taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa POC tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif, namun berpengaruh nyata terhadap diameter buah dan berat buah per tanaman. Secara deskriptif, dosis 80–120 mL L⁻¹ cenderung mendukung pertumbuhan, sedangkan dosis 160 mL L⁻¹ menghasilkan komponen hasil tertinggi. Selain itu, POC meningkatkan pH tanah dari 5,0 menjadi 6,4–6,7, dengan efektivitas tertinggi pada dosis 140 mL L⁻¹. Secara keseluruhan, POC limbah kulit nanas berpotensi sebagai amelioran tanah dan pendukung produksi tanaman, meskipun efektivitasnya dipengaruhi kondisi lingkungan dan faktor biotik.</p>2026-05-27T13:28:46+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/FP/article/view/5174PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM PENGGUNAAN BENIH BAWANG MERAH: ADOPSI VARIETAS LOKAL MADURA2026-05-28T03:21:58+00:00Sri Ratna Triyasarisri.rtriyasari@trunojoyo.ac.idDesi Navila Sari200321100094@student.trunojoyo.ac.id<p>Desa Mandala merupakan desa dengan produktivitas bawang merah terbesar di Kecamatan Rubaru yang mewakili Kabupaten Sumenep sebagai sentra bawang merah. Kecamatan Rubaru sudah memiliki varietas bawang merahnya sendiri yakni varietas rubaru. Namun, petani belum sepenuhnya memberikan respon positif terhadap potensi varietas tersebut dengan masih menggunakan benih jenis lain yaitu varietas manjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan proses pengambilan keputusan petani, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan petani dalam menggunakan benih bawang merah di Desa Mandala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik biner dengan 92 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam variabel yang mempengaruhi keputusan petani terhadap penggunan benih bawang merah yaitu luas lahan, hasil produksi, modal, dan pemasaran. Sementara itu variabel harga benih, teknologi, dan pelatihan tidak mempengaruhi keputusan petani terhadap penggunaan benih bawang merah. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya dukungan dalam akses modal, pasar, dan inovasi budidaya untuk meningkatkan adopsi varietas Rubaru oleh petani. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan sektor swasta diperlukan agar varietas lokal lebih diterima dan bersaing di pasar. </p>2026-05-27T13:29:35+00:00##submission.copyrightStatement##