KELAYAKAN FINANSIAL DAN NILAI TAMBAH USAHA AGROINDUSTRI KERIPIK UBI KAYU DI KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP
Abstract
Komoditi ubi kayu merupakan salah satu bahan pangan pengganti
makanan pokok seperti padi dan jagung. Selain, mudah teknik budidayanya
jugamudah ditanam dimana saja sebab ubi kayu mampu bertahan pada lahan kritis
dan kekurangan air.Olahan ubi kayu, merupakan bentuk inovasi adanya penerapan
nilai tambah yang diiringi dengan penambahan biaya pengolahan, sehingga
keuntunganpun semakin meningkat. Kecamatan Saronggi merupakan daerah
sentra penghasil ubi kayu di Kabupaten Sumenep (BPS, 2015). Tujuan dari
adanya penelitian ini yaitu : 1)Mengetahui tingkatkelayakan finansial agroindustri
pengolahan ubi kayu menjadi keripik di Kecamatan Saronggi Kabupaten
Sumenep, 2) Mengetahui besarnyaSwitching Value terhadap kemungkinan
terjadinya perubahan harga bahan baku yang terjadi pada usaha agroindustri pada
pengolahan ubi kayu menjadi keripik di Kecamatan Saronggi Kabupaten
Sumenep, 3)Menghitung nilai tambah pada produkkeripikolahanubikayu di
Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Untuk menjawab beberapa tujuan di
atas maka digunakan analisa data yakni meliputi: 1). Analisa Kelayakan Finansial,
2). Analisis Switching Value , 3. Nilai Tambah dengan metode Hayami.
Hasil daripenelitianini, pada analisis Switching Value diketahui bahwa
batas toleransi perubahan kenaikan biaya bahan baku ubi kayu hanya sampai pada
21,89%. Berdasarkan analisis nilai tambah dengan metode Hayami, diperoleh
sebesar Rp 1.996,53/kg bahan baku, dengan rasio nilai tambah sebesar 28%. Hasil
keseluruhanperhitungan analisis kelayakan yaitu, NPV sebesar Rp.
18.023.302,00,- ; nilai IRR 49,0%; Pay Back Periode dengan jangka waktu 1,53
tahun (1 tahun 6 bulan 10 hari); serta Net B/C2,85 tahun atau 2 tahun 10
bulanmenunjukkanbahwakeripik ubi kayu “MURIS” dan “GARUDA”
menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.
References
dalam Angka. Badan Pusat
Statistik Kabupaten Sumenep
Darmaji dan Hartadi. R. 2002.
Analisis Prioritas
Pengembangan sektor
Agroindustri Unggulan dalam
Perekonomian Jawa Timur.
Dalam Agribisnis. (Januari).
Vol VI. No. 1. Jember
Hayami Y, Kawagoe T, Morooka Y,
Siregar M. 1987. Agricultural
Marketing and Processing in
Upland Java A Perspective
From A Sunda Village. Bogor
: CPGRT Centre.
Saragih, B. 2004. Agribisnis:
Paradigma Baru
Pembangunan Ekonomi
Berbasis Pertanian,
Kumpulan Pemikiran. PT
Surveyor Indonesia dan Pusat
Studi Pembangunan LP-IPB.
Jakarta
Jurnal Pertanian Cemara allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions.
In most cases, appropriate attribution can be provided by simply citing the original article, for example:
Fatmawati, Ika dan Wahyudi, Didik (2015). POTENSI RUMPUT LAUT DI KABUPATEN SUMENEP. JURNAL PERTANIAN CEMARA, 12(1), 1-18. doi:https://doi.org/10.24929/fp.v12i1.193

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






.png)

3.png)
