IDENTIFIKASI DAN MITIGASI RISIKO SYARIAH PADA PERBANKAN SYARIAH: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

  • Hairul Mar’i Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Nurbiah Nurbiah Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Makassar
  • A. Ifayani Haanurat Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Ramly Ramly Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Makassar
Keywords: Risiko Syariah, Mitigasi Risiko, Kepatuhan Syariah, Dewan Pengawas Syariah, Systematic Literature Review

Abstract

Pertumbuhan industri perbankan syariah Indonesia yang pesat — dengan total aset menembus Rp1.028,18 triliun pada Oktober 2025 dan tumbuh 11,34% (yoy) (OJK, 2025) — tidak serta-merta membebaskan lembaga keuangan syariah (LKS) dari risiko. Berbeda dari bank konvensional, LKS menghadapi risiko unik berupa ketidakpatuhan terhadap prinsip syariah (shariah non-compliance risk) yang berdampak pada keabsahan transaksi, kerugian finansial, dan reputasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis risiko syariah serta menganalisis strategi mitigasinya berdasarkan sintesis literatur terdahulu. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA (Page et al., 2021), menelusuri artikel dari basis data dan mesin pencari akademik nasional (Garuda, Google Scholar) maupun internasional (Scopus, Emerald, SpringerLink) yang membahas risiko syariah, shariah non-compliance risk, dan peran Dewan Pengawas Syariah (DPS). Dari 32 rekaman awal yang diperoleh melalui empat tema pencarian, 12 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis sebagai unit sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa risiko syariah mencakup risiko kepatuhan, reputasi, hukum, operasional, dan produk syariah, di samping risiko khas syariah berupa risiko imbal hasil dan risiko investasi. Identifikasi risiko umumnya dilakukan melalui pemetaan akad, kajian fatwa, audit syariah internal, dan pengembangan Key Risk Indicator (KRI) berbasis data. Mitigasi yang paling banyak direkomendasikan meliputi penguatan independensi DPS, standardisasi akad berbasis fatwa DSN-MUI, audit syariah berkala, dan penanaman budaya kepatuhan syariah. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas manajemen risiko syariah sangat bergantung pada tata kelola syariah yang terintegrasi antara regulator, DPS, dan manajemen internal LKS.

References

Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI). (1997). Governance Standard No. 1: Shari'a Supervisory Board: Appointment, Composition and Report. Manama: AAOIFI.
Aziz, M. R. A., & Rahman, N. N. A. (2023). Systematic review: Shariah non-compliance (SNC) in Islamic banking and finance. Al-Qanatir: International Journal of Islamic Studies, 31(2), 182-191.
Bank Indonesia. (2011). Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) No. 13/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Jakarta: Bank Indonesia.
Firdaus, M. R. (2026). Analisis peran Dewan Pengawas Syariah dalam pengawasan operasional bank syariah di Indonesia. Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS), 2(1), 277-289. https://doi.org/10.62567/ijis.v2i1.2006
Hossain, M. A., Rosman, R., Jahan, N., Afroz, S., & Afroza, K. (2025). A systematic literature review of risk management in the Islamic banking system: Research agenda and future directions. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 9(3), 1193-1209. https://dx.doi.org/10.47772/IJRISS.2025.90300093
Islamic Financial Services Board (IFSB). (2005). IFSB-1: Guiding principles of risk management for institutions offering only Islamic financial services. Kuala Lumpur: IFSB.
Islamic Financial Services Board (IFSB). (2009). IFSB-10: Guiding principles on Shariah governance systems for institutions offering Islamic financial services. Kuala Lumpur: IFSB.
Khotimah, I. N., Nursaadah, D. A. P., & Samsudin, A. (2025). Analisis manajemen risiko pada investasi perbankan syariah. El-Arbah: Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Perbankan Syariah, 9(1), 33-51.
Lailiya, L., & Kusumaningtias, R. (2024). Impact and risk management of sharia non-compliance in Islamic banking. Proceeding International Conference on Accounting and Finance, 2, 583-593.
Melinda, E., & Segaf. (2023). Implementation of risk management in murabahah financing at BMT UGT Nusantara Pasuruan. Enrichment: Journal of Management, 13(2), 914-920.
Minaryanti, A. A. (2024). The role of Sharia governance in minimizing credit risk in Islamic banking: A systematic literature review. Journal of Islamic Accounting and Business Research. Emerald Publishing.
Mohamad, S. H., & Sulong, J. (2025). Governance gaps and Shariah non-compliance: A critical review of institutional practices and regulatory responses. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 9(10). https://doi.org/10.47772/IJRISS.2025.910000793
Mohd Noor, N. S., Muhammad, H., Arifin, J., Ghazali, P. L., & Abdul Razak, R. (2024). Enhancing Shariah governance: The key risk indicators for managing Shariah non-compliance risk in Islamic financial institutions. International Journal of Business and Society, 25(3), 1165-1181. https://doi.org/10.33736/ijbs.8574.2024
Mukhibad, H., Jayanto, P. Y., Jati, K. W., & Khafid, M. (2022). Attributes of Shariah supervisory board and Shariah compliance. Corporate Governance and Organizational Behavior Review, 6(3), 173-180. https://doi.org/10.22495/cgobrv6i3p16
Munthe, A. K., Praramadhani, I. S., & Satrya, R. I. (2021). Peran Dewan Pengawas Syariah dalam pemenuhan syariah compliance oleh lembaga keuangan syariah. Journal of Islamic Law Studies, 2(3), Article 3.
Mustapha, Z., Kunhibava, S. B., & Muneeza, A. (2021). Legal and Shariʿah non-compliance risks in Nigerian Islamic finance industry: A review of the literature. International Journal of Law and Management, 63(2), 275-299. https://doi.org/10.1108/IJLMA-03-2020-0075
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2016). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 65/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Jakarta: OJK.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2025, 12 Desember). Siaran pers: Semakin akseleratif, aset perbankan syariah tembus seribu triliun. https://ojk.go.id
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
Prabowo, B. A., & Jamal, J. B. (2017). Peranan Dewan Pengawas Syariah terhadap praktik kepatuhan syariah dalam perbankan syariah di Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 24(1), 113-129. https://doi.org/10.20885/iustum.vol24.iss1.art6
Presiden Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Jakarta: Sekretariat Negara.
Rosly, S. A., Naim, M. A., & Lahsasna, A. (2017). Measuring Shariah non-compliance risk (SNCR): Claw-out effect of al-bai-bithaman ajil in default. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 8(3), 272-283.
Sugianto, Manik, F. N., & Azzahra, M. (2023). Implementasi manajemen risiko Bank Syariah Indonesia (BSI). Innovative: Journal of Social Science Research, 3(6), 10778-10787. https://doi.org/10.31004/innovative.v3i6.7759
Syahrir, D. K., Wahyudi, I., Susanti, S., Darwant, & Qizam, I. (2022). Manajemen risiko perbankan syariah. AKUA (Jurnal Akuntansi dan Keuangan), 2(1), 58-64.
Thahara, A. (2021). Peran Dewan Pengawas Syariah terhadap praktik kepatuhan syariah. JPS (Jurnal Perbankan Syariah), 2(1), 42-53.
Wasim, M. H. (2024). Shariah governance and Islamic banks: A systematic literature review. Journal of Islamic Accounting and Business Research. https://doi.org/10.1108/jiabr-11-2023-0386
Published
2026-08-06
Abstract viewed = 15 times
PDF downloaded = 14 times