Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/ABHAKTE
<p>Abhakte, merupakan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja. Fokus tujuan Jurnal Abhakte adalah untuk meningkatkan dan mempromosikan pengetahuan dan keterampilan penelitian para akademisi, peneliti, praktisi dan mahasiswa, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Jurnal Abhakte menyambut baik setiap hasil Pengabdian Kepada Masyarakat khususnya berbasis riset sesuai dengan kajian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya</p>Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wirarajaen-USAbhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat2986-2590Penguatan Literasi Coretax: Peran IKPI Sidoarjo sebagai Knowledge Center dan Mitra Strategis DJP dalam Pelaporan SPT Tahunan
https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/ABHAKTE/article/view/5011
<p>The implementation of the Core Tax Administration System (Coretax) represents an innovative step by the Directorate General of Taxes (DGT) to modernize tax administration in Indonesia. The transition of reporting from the legacy DJP Online system to Coretax in 2026 presents significant challenges for taxpayers, particularly regarding the understanding of complex data automation mechanisms. This community service activity aimed to provide practical knowledge to individual taxpayers and tax practitioners, specifically tax consultants, to accelerate self-reliance in filing Individual Income Tax Returns (SPT Tahunan). The implementation process was conducted systematically, beginning with internal capacity building through a Training of Trainer (ToT) program organized by the IKPI National Board, followed by an online technical briefing on March 7, 2026, via the Zoom platform. The results indicated that comprehensive material presentations and technical simulations of Coretax-based tax filing were highly effective in increasing participants' confidence and reducing psychological barriers toward new technology. The success of this technical briefing reaffirms IKPI Sidoarjo’s position as a knowledge center and a strategic partner of the DGT in ensuring the success of the national digital transformation agenda to support state revenue.</p>Ali TofanEdy SetyawanPrimaryanti ,Kaafi Rokhimah
##submission.copyrightStatement##
2026-05-252026-05-25411710.24929/abhakte.v4i1.5011Pemberdayaan Perempuan melalui KWT sebagai Strategi Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga: Studi Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Putih Desa Ellak Daya
https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/ABHAKTE/article/view/5097
<p>Kelompok Wanita Tani memberikan ruang bagi perempuan desa terutama ibu rumah tangga untuk meningkatkan produktivitas ekonomi melalui kegiatan pertanian, maupun pengolahan hasil tani, sehingga keluarga memperoleh tambahan pendapatan dan ketahanan pangan. Di Desa Ellak Daya, terdapat KWT Melati Putih yang memilki usaha produksi keripuk berbahan dasar kelor, namun produksi tersebut tidak secara konsisten dilakukan karena terkendala dalam beberapa hal seperti kurangnya koordinasi antar anggota kelompok serta manajmen produksi yang bergantung pada pemasaran yang sifatnya tradisional. Sehingga tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan pemberdayaan terhadap KWT Melati Putih agar bisa memanfaatkan potensi kelompok yang nantinya akan mampu meningkatkan kapasitas produksi produk mereka dan mampu menciptakan kemandirian ekonomi. Selain aspek ekonomi, keikutsertaan dalam KWT juga memperkuat jaringan sosial, membangun solidaritas, kepercayaan diri, dan partisipasi perempuan dalam keputusan rumah tangga maupun komunitas sehingga peran perempuan dalam kehidupan sosial dan ekonomi menjadi lebih nyata. Metode pengabdian menggunakan metode pemberdayaan dengan menggabungkan dua pendekatan yaitu pendekatan partisipatif dan pendekatan berbasis kekuatan (strength-based) berfokus pada potensi dan kekuatan yang dimiliki individu atau komunitas.</p>Nur Inna AlfiyahDwi Listia Rika TiniVery ArdianingsihEnza Resdiana
##submission.copyrightStatement##
2026-05-252026-05-254191710.24929/abhakte.v4i1.5097Peberdayaan UMKM Melalui Penerapan Digital Marketing Untuk Memperluas Pangsa Pasar (Studi Kasus UD. Windu Agung)
https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/ABHAKTE/article/view/5107
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang strategis dalam peningktan perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai kendala khususnya pemanfaatan digital marketing. Digital marketing adalah platform yang digunakan untuk strategi pemasaran berbasis digital. Pemberdayaan UMKM melalui digital Marketing dilakukan di UD Windu Agung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperluas pangsa pasar produk yang dihasilkan oleh mitra. Metode dalam pengabdian ini terdiri dari yaitu secara kualitatif dengan empat tahap yaitu, 1) persiapan , 2) pelaksanaan, 3) evaluasi dan 4) pelaporan. Hasil kegiatan PkM UD. Windu Agung memili tingkat pemahaman dalam membat dan mengelola akun digital marketing seperti shoope, tokopedia, tiktok, intagram dan facebook, UD. Windu Agung memiliki prospek pemasaran yang besar di masa yang akan datang melalui pemanfaatan media digital marketing yang optimal.</p>Zarnuji ,Sindi Arista Rahman
##submission.copyrightStatement##
2026-05-252026-05-2541182410.24929/abhakte.v4i1.5107ENHANCING MSME MANAGERIAL CAPACITY THROUGH PRACTICAL BUSINESS MANAGEMENT TRAINING IN MOJOSARI MANTUP VILLAGE, LAMONGAN
https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/ABHAKTE/article/view/5047
<p>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting the village community economy, particularly as a primary source of income and job creation. However, many MSME actors still face various challenges in business management, especially in managerial aspects such as business planning, resource organisation, financial record keeping, and effective marketing strategies. These limitations in knowledge and skills impact the productivity and competitiveness of the business. Therefore, this community service activity aims to enhance the managerial capacity of MSME actors through practical business management training in Mojosari Village, Mantup District, Lamongan Regency. The implementation method includes the stages of identifying needs, designing training materials, conducting participatory training, intensive mentoring, and evaluating the results of the activities. The results show an improvement in the understanding and skills of MSME actors in managing their businesses more systematically and structurally, particularly in preparing simple bookkeeping, managing operations, and utilising more adaptive marketing strategies. In addition, there has been a shift in the mindset of business actors towards a more professional managerial orientation. This programme is expected to promote business sustainability, enhance MSME performance, and strengthen the economic competitiveness of the community at the local level.</p>Kuswanto ,Sofia Tri SeptiawatiRatna NurdianaSutarum ,Dita Pratama
##submission.copyrightStatement##
2026-05-252026-05-2541253510.24929/abhakte.v4i1.5047Strategi Edukasi Literasi Finansial sebagai Isu Sosial melalui Pendampingan Guru Berbasis Gamifikasi
https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/ABHAKTE/article/view/5133
<p style="text-align: justify;"><span lang="IN" style="color: black;">Literasi finansial merupakan kemampuan penting yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar untuk membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang bijak. Namun, pembelajaran literasi finansial di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, seperti penggunaan metode pembelajaran konvensional dan keterbatasan media pembelajaran interaktif. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa melalui pemanfaatan media gamifikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan media gamifikasi berupa permainan ular tangga edukatif untuk mendukung pembelajaran literasi finansial di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode edukatif partisipatif dengan pendekatan pendampingan dan praktik langsung (<em>learning by doing</em>). Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi awal, persiapan media, sosialisasi, praktik penggunaan media, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memberikan respon positif terhadap penggunaan media gamifikasi dalam pembelajaran. Guru juga mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan media ular tangga edukatif sebagai media pembelajaran literasi finansial. Selain itu, media gamifikasi dinilai mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan sehingga membantu guru meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media ular tangga berbasis gamifikasi dapat menjadi alternatif media pembelajaran inovatif untuk mendukung edukasi literasi finansial di sekolah dasar.</span></p>Evi Aulia RachmaEty YouhanitaNinies Eryadini
##submission.copyrightStatement##
2026-05-252026-05-2541364510.24929/abhakte.v4i1.5133PKM Edukasi Menulis Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung Berbasis Fenomena Sampah untuk Meningkatkan Literasi SDGs Siswa Sekolah Dasar
https://mail.ejournalwiraraja.com/index.php/ABHAKTE/article/view/5153
<p data-start="0" data-end="469">One of the global issues in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) in education and environmental sustainability is waste management. In the educational context, students’ ability to understand and communicate environmental issues through literacy activities remains relatively low. This Community Service Program (PkM) aimed to improve students’ SDGs literacy through education on writing main ideas and supporting ideas based on waste-related phenomena.The program employed an experiential learning approach consisting of four stages: (1) introducing students to environmental issues related to the types, impacts, and management of waste (concrete experience); (2) identifying organic and inorganic waste (reflective observation); (3) discovering creative products made from waste materials (abstract conceptualization); and (4) practicing paragraph writing containing main ideas and supporting ideas based on the previous activities (active experimentation). The target participants were fourth-grade students of SD Sikumana 2 in Kupang City, East Nusa Tenggara (NTT). The results of the community service activity showed that students were able to understand the concepts of main ideas and supporting ideas more effectively through contextual and experience-based learning. Most students succeeded in composing coherent, well-structured, and environmentally relevant paragraphs. In addition, students demonstrated increased ecological awareness through maintaining school cleanliness and identifying simple forms of waste management.Therefore, this activity was effective in integrating language literacy and environmental literacy based on the SDGs in elementary school learning. The implications of this activity highlight the importance of strengthening contextual and environment-based learning to develop students’ literacy skills and environmental awareness from an early age.</p>Mikhael Klemens KedangSiddik RomadhanBlandina Seko Bani
##submission.copyrightStatement##
2026-05-252026-05-2541465810.24929/abhakte.v4i1.5153